Jumat, 14 Desember 2012

b.o.t.a.n.i f.a.r.m.a.s.i ~ antidiabetes



KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
            Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami (kelompok 3) dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan judul “Obat Bahan Alam untuk Pengobatan Diabetes” sebagai tugas dari mata kuliah Botani Farmasi I.
            Pada kesempatan ini kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Dra. Wiwi Winarti,M.Si,Apt selaku dosen pengampu mata kuliah Botani Farmasi I yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan; rekan-rekan, serta semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya.
            Demi penyempurnaan penulisan makalah selanjutnya, kami mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca .
Wassalammu’alaikum Wr.Wb
                                                                                                Jakarta, 18 Desember 2012

                                                                       
                                                                                                            Kelompok 3











PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
            Dewasa ini banyak masyarakat yang terjangkit penyakit Diabetes . Penyakit ini bukan hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak . Ini dikarenakan pola hidup yang tidak sehat seperti obesitas atau dapat juga disebabkan karena faktor keturunan. Pengobatan Diabetes cukup merepotkan dan membutuhkan waktu yang lama , sehingga kini banyak dicari pengobatan diabetes dari bahan alam yang dikarenakan juga pengobatan dari bahan alam yang sangat efisien .
B. Perumusan Masalah
            Dengan adanya referensi berbagai macam tumbuhan yang dapat membantu dalam pengobatan diabetes, ini dapat mempermudah penderita untuk mengatasi penyakit tersebut.
C.Tujuan Penelitian
            Dapat membantu atau memberikan informasi kepada pembaca tentang bahan-bahan yang berasal dari alam yang dapat digunakan dalam pengobatan diabetes.
D. Manfaat Penelitian
            Dapat mempermudah pembaca dalam mencari pengobatan alternatif selain menggunakan obat yang berasal dari bahan kimia.












ISI
A. Pengertian Diabetes
Diabetes mellitus (DM) berasal dari kata Yunani diabaínein, yang berarti “tembus” atau “pancuran air”, dan dari kata Latin mellitus yang berarti “rasa manis”.Di Indonesia (dan negara berbahasa Melayu) lebih dikenal sebagai kencing manis.
Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglisemia) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.
Semua jenis diabetes mellitus memiliki gejala yang mirip dan komplikasi pada tingkat lanjut. Hiperglisemia sendiri dapat menyebabkan dehidrasi dan ketoasidosis. Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk.
B. Penyebab
Banyak faktor resiko diabetes, termasuk diantaranya:
1.      Ayah atau Ibu, saudara laki-laki atau perempuan yang menderita diabetes (faktor keturunan)
2.      Kegemukan
3.      Usia diatas 45 tahun
4.      Gestational diabetes atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 Kg
5.      Tekanan darah tinggi
6.      Angka Triglycerid (salah satu jenis molekuk lemak) yang tinggi
7.      Level kolesterol yang tinggi
8.      Gaya hidup modern yang cenderung banyak mengkonsumsi makanan instan.
9.      Perokok
10.  Stress
Asosiasi Diabetesi Amerika (ADA) merekomendasikan untuk melakukan pengecekan terhadap diabetes minmal setiap tiga tahun sekali bagi orang dewas. Untuk yang beresiko tinggi dianjurkan untuk lebih sering lagi.
Agar lebih memahami diabetes, sangat penting untuk terlebih dahulu memahami proses normal dari metabolisme makanan. Beberapa hal yang terjadi ketika makanan dicerna:
·         Gula atau yang disebut glukosa masuk kedalam aliran darah. Glokosa merupakan sumber bahan bakar utama bagi tubuh.
·         Organ tubuh yang disebut pankreas memproduksi insulin. Peranan dari insulin adalah mengangkut glukosa dari darah menuju otot, lemak, dan sel-sel hati, diamana kana digunakan sebagai bahan bakar.
Penderita diabetes memiliki kadar gula darah yang tinggi. Ini disebabkan karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin ataupun otot, lemak dan sel-sel hati tidak merespon insulin secara normal. Ataupun kedua-duanya.
Sebuah analogi yang cukup pas menggambarkan hal ini disampaikan oleh Mistra dalam bukunya 3 Jurus Melawan Diabetes Mellitus. Mistra menganalogikan hormon insulin sebagai sopir angkutam umum sebuah kota. Jika para supir angkutan kota mogok massal, orang-orang akan berkumpul ditepi jalan menanti jasa angkutan. Orang-orang (calon penumpang) ini diibaratkan sebagai gula dalam darah. Jika hormoninsulin tidak ada atau sedikit jumlahnya maka gula yang ada dalam drah tidak dapat terangkut sehingga menyebar diseluruh pembuluh darah.
Secara umum, asupan gula dalam darah disimpan dalam hati. Di sini diolah menjadi glikogen. Jika tubuh memerlukan, hati akan mengeluarkan dan mengolah kembali menjadi glukosa. Bagi orang normail, sebanyak apapun konsumsi gula tidak mengganggu organ tubuh.
Namun, tidak demikian bagi diabetesi. Jika buang air kecil, airnya agak kental dan terasa manis. Ini dikarenakan banyaknya gula yang berada dalam darah. Gula tersebut dibersihkan dan dikumpulkan dalam kandung kemih oleh ginjal.
C. Jenis-jenis Diabetes
WHO telah mendefenisikan 3 jenis diabetes:
Diabets Tipe 1, biasanya tediagnosa sejak usia kanak-kanak.is usually diagnosed in childhood. Tubuh penderita hanya sedikit menghasilkan insulin atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan insulin, oleh karena itu untuk bertahan hidup penderita harus mendapat suntikan insulin setiap harinya. Tanpa pengaturan harian, kondisi darurat dapat terjadi.
Diabetes Tipe 2, lebih umum ditemui daripada type 1 dan mencapai 90% atau lebih dari seluruh kasus diabetes. Biasanya terjadi di usia dewasa. Pada tipe-2 ini, pankreas tidak cukup membuat insulin untuk menjaga level gula darah tetap normal, seringkasili disebabkan tubuh tidak merespin dengan baik terhadap insulin tersebut.Kebanyakan orang tidak menyadari telah menderita dibetes tipe-2, walaupun keadaannya sudah menjadi sangat serius. Diabetess type 2 sudha menjadi umum dialami didunia maupun di Indonesia, dan angkanya terus bertambah akibat gaya hidup yang tidak sehat, kegemukan dan malas berolahraga.
Gestational diabetes, adalah kondisi gula darah yang tinggi yang terjadi pada masa kehamilan, terjadi pada orang yang tidak menderita diabetes. Umunnya akan kembali normal setelah masa kehamilan.
Diabetes Melitus menempati urutan ke-4 dalam ranking pembunuh manusia. Kongres Federasi Diabetes International tahun 2003 menyebutkan bahwa sekitar 194 Juta orang di dunia menderita penyakit ini. Di Indonesia sendiri tercatat 2,5 juta orang dan diperkirakan akan terus bertambah.
D. Gejala
Diabetes Tipe-1:
·         Rasa haus yang sering
·         Sering buang air kecil
·         Berat badan yang terus turun, namun selera makan terus tinggi
·         Kelelahan
·         Mual
·         Muntah
Diabetes tipe 2:
·         Cepat merasa lapar dan haus
·         Sering buang air kecil terutama pada malam hari
·         Gampang lelah, sering merasa mengantuk.
·         Penglihatan kabur
·         Sering kesemutan terutama pada kaki dan tangan
·         Kehilangan berat badan dengan cepat tanpa usaha apapun
·         Gatal-gatal pada kelamin luar
·         Gairah seksual menurun dan cenderung impotensi
·         Jika terkena infeksi, sembuhnya lama.
E. Pengobatan
Pengobatan Diabetes dapat menggunakan bahan-bahan yang berasal dari alam , diantaranya :
1. Tapak dara
Orang lebih banyak memelihara Tapak dara (Catharanthus roseus) sebagai tanaman hias. Tapak dara sering dibedakan menurut jenis bunganya, yaitu merah dan putih. Termasuk tumbuhan semak tegak dengan ketinggian batang yang dapat mencapai 100 cm. Tumbuh liar dan subur di padang atau di pedesaan beriklim tropis.
a. Ciri-ciri tumbuhan Tapak dara :
Batangnya berbentuk bulat, diameter yang berukuran kecil, beruas, berkayu, bercabang serta berambut. Daunnya berwarna hijau, berbentuk bulat telur, dan berdaun tunggal. Bunganya yang indah menyerupai terompet, permukaannya berbulu halus. Tapak dara juga memiliki rumah biji yang menggantung pada batang dan memiliki bentuk silindris. Penyebaran tumbuhan ini melalui biji.


                b. Klasifikasi
nama lain :
Indonesia:           Tapak dara, rutu-rutu, kembang serdadu
Inggris: Madagascar periwinkle, rose periwinkle
Melayu:               kemunting cina
Vietnam:             hoa hai dang
Pilipina:                Tsitsirika
Cina:      chang chun hua
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
                                Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
                                Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
                                Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                                Sub Kelas: Asteridae
                                Ordo: Gentianales
                             Famili: Apocynaceae
                             Genus: Catharanthus
                             Spesies: Catharanthus roseus (L.) G. Don
c. Manfaat tapak dara, untuk Pengobatan :
Diabetes, Leukimia, Hipertensi, Asma, Demam, Bronkhitis, Radang Perut, Kurang darah, Disentri, Gondong, Borok, Bisul, Luka baru, Luka Bakar, Bengkak.
d. Komposisi :
Dari batang, akar, daun hingga bunga Tapak dara mengandung unsur-unsur zat kimiawi yang bermanfaat untuk pengobatan. Antara lain vinrosidin, vinkristin, vinblastin dan vinleurosin. Semuanya merupakan kandungan komposisi zat alkaloid dari tapak dara.



e.Ramuan tradisional tapak dara antara lain untuk :
Diabetes mellitus (kencing manis/sakit gula)
·         Ramuan 1
Rebus 10 – 16 lembar daun tapak dara dengan dengan 3 gelas air sampai mendidih sampai tersisa 1 gelas. Diamkan sampai dingin kemudian diminum. ulangi sampai sembuh.
·         Ramuan 2
Rebus 3 lembar daun tapak dara, 15 kuntum bunga tapak dara dengan 4 gelas air sampai mendidih sampai tersisa 1,5 gelas. Diminum pagi dan sore setelah makan.
·         Ramuan 3
Rebus 35 – 45 gram daun tapak dara kering, adas pulawaras dengan 3 gelas air sampai mendidih sampai tersisa 1 gelas. Biarkan sampai dingin kemudian diminum, ulangi sampai sembuh.
2. Asparagus
Asparagus bisa menjadi senjata kuliner baru yang ampuh dalam memerangi diabetes. Para ilmuwan telah menemukan bahwa asupan rutin sayuran yang makin populer ini dapat mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan produksi insulin tubuh, hormon yang membantu untuk menyerap glukosa.
Konsumsi asparagus kian meningkat setiap tahunnya, seperti halnya di Inggris yang jumlah konsumsi asaparagusnya mencapai 8000 ton per tahun. Selain menjadi bahan baku berbagai jenis makanan, asaparagus tampaknya memang memiliki peran penting dalam memerangi penyakit diabates, terutama diabetes tipe dua yang menyumbang 90 persen dari semua kasus diabetes.
Banyak orang yang terkena penyakit diabetes, namun mereka tidak menyadari bahwa mereka mempunyai penyakit diabetes. Hal ini dikarenakan mungkin mereka tidak mengenali gejalanya seperti kelelahan, rasa haus, sering buang air kecil, sariawan berulang, dan luka yang lambat sembuhnya.
Jika tidak diobati, diabetes tipe dua dapat meningkatkan risiko serangan jantung, kebutaan dan amputasi. Tetapi jika dokter mendiagnosanya lebih awal, maka penyakit tersebu dapat terkontrol dengan baik dengan diet dan pengobatan. Makanan berlemak dan gaya hidup yang tidak sehat menjadi pemicu seseorang mengalami diabates.
Untuk melihat apakah asparagus bisa membantu, para ilmuwan di University of Karachi di Pakistan menyuntik tikus-tikus dengan bahan kimia untuk menginduksi keadaan diabetes, dengan kandungan level insulin yang rendah dan gula darah yang tinggi. Kemudian setengah dari tikus-tikus percobaan tersebut diobati dengan ekstrak tanaman asparagus dan setengahnya lagi diobati dengan obat anti-diabates, yang disebut glibenklamid. Tikus-tikus tersebut diberi makan ekstrak asparagus dalam dosis rendah atau tinggi setiap hari selama 28 hari.
Tes darah kemudian dilakukan untuk mengukur perubahan diabetes tikus-tikus tersebut. Hasilnya, yang dipublikasikan pada British Journal of Nutrition, menunjukkan bahwa kadar asparagus yang rendah dapat menekan tingkat gula darah namun tidak meningkatkan produksi insulin. Hanya dosis tinggi dari ekstrak asparagus yang memiliki dampak signifikan terhadap produksi insulin yang dihasilkan pankreas, organ yang melepas hormon ke aliran darah.
Penemuan ini mendukung studi sebelumnya yang meneliti tentang manfaat asparagus. Satu penelitian yang diterbitkan di British Medical Journal tahun 2006 menunjukkan bahwa asparagus memicu peningkatan 81 persen dalam pengambilan glukosa oleh otot-otot tubuh dan jaringan otot.
Dalam sebuah laporan berdasarkan hasil temuannya, para peneliti dari University of Karachi mengatakan bahwa Penelitian ini telah menunjukkan jika ekstrak asparagus ternyata dapat memberikan efek anti-diabetes.
            a. klasifikasi
            nama lain :
Indonesia:           Asparaga
Inggris: asparagus fern, ornamental asparagus
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
                                Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
                                Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
                                Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                                Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
                                Sub Kelas: Liliidae
                                Ordo: Liliales
                             Famili: Liliaceae (suku bawang-bawangan)
                             Genus: Asparagus
                             Spesies: Asparagus setaceus (Kunth) Jessop


3. Binahong 
Binahong (Latin : Bassela rubra linn, Inggris : Heartleaf maderavine madevine, Cina : Deng san chi) adalah tanaman obat yang tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi dan mempunyai banyak khasiat dalam meyembuhkan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Tanaman ini sudah lama ada di Indonesia tetapi baru akhir-akhir ini saja menjadi alternatif bagi sebagian orang untuk dijadikan obat alami untuk menyembuhkan atau mengurangi beberapa penyakit ringan maupun berat.
Tanaman yang konon berasal dari Korea ini dikomsumsi oleh orang-orang Vietnam pada saat perang melawan Amerika Serikat pada tahun 1950 sampai 1970an. Tanaman ini dikenal juga di kalangan masyarakat Cina dengan nama Dheng San Chi dan telah ribuan tahun dikonsumsi oleh bangsa Tiongkok, Korea, Taiwan dll. Bagian daun dari tanaman inilah yang biasanya dijadikan sebagai obat alami selain dari batang dan umbinya.
            a. Ciri-ciri
Berupa tumbuhan menjalar, berumur panjang (perenial), bisa mencapai panjang +/- 5 m. Akar berbentuk rimpang, berdaging lunak. Batang lunak, silindris, saling membelit, berwarna merah, bagian dalam solid, permukaan halus, kadang membentuk semacam umbi yang melekat di ketiak daun dengan bentuk tak beraturan dan bertekstur kasar. Daun tunggal, bertangkai sangat pendek (subsessile), tersusun berseling, berwarna hijau, bentuk jantung (cordata), panjang 5 - 10 cm, lebar 3 - 7 cm, helaian daun tipis lemas, ujung runcing, pangkal berlekuk (emerginatus), tepi rata, permukaan licin, bisa dimakan. Bunga majemuk berbentuk tandan, bertangkai panjang, muncul di ketiak daun, mahkota berwarna krem keputih-putihan berjumlah lima helai tidak berlekatan, panjang helai mahkota 0,5 - 1 cm, berbau harum. Perbanyaan Generatif (biji), namun lebih sering berkembang atau dikembangbiakan secara vegetatif melalui akar rimpangnya.
b. klasifikasi
sinonim :
Boussingaultia gracilis Miers
Boussingaultia cordifolia
Boussingaultia basselloides
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
 Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
 Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Hamamelidae
 Ordo: Caryophyllales
 Famili: Basellaceae
Genus: Anredera
Spesies: Anredera cordifolia (Ten.) Steenis.
                4.  Semangka
Semangka berasal dari daerah tropik dan subtropik Afrika. Tumbuh liar di tepi jala padang belukar, pantai laut, atau ditanam di kebun dan perkarangan sebagai tanaman buah. Semangka dapat di temukan di daratan rendah sampai 1000 m dpl.
                                a. ciri – ciri
terna semusim ini tumbuh menjalar di atas tanah atau memanjat dengan salur-salur atau alat pembelit. Batang lunak, bersegi dan berambut, panjang nya 1,5-5m. Daun letak berseling, bertangkai, helai daun lebar dan berbulu .
b. klasifikasi
nama lain :
Indonesia : semangka, mandike, pateka, lamuja, hamaka
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
 Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
 Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
 Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
 Sub Kelas: Dilleniidae
 Ordo: Violales
 Famili: Cucurbitaceae (suku labu-labuan)
Genus: Citrullus
Spesies: Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum.
c. Manfaat
semangka berkhasiat sebagai penyejuk tubuh selagi cuaca panas, peluruh kencing (diuretik ), anti radang, melumas usus, dan menghilangkan haus. Pengobatan tradisionanl di cina menggunakan semangka untuk melawan bentuk “Summer heat” yaitu gejala penyakiut yang ditandai dengan banyak berkeringat, rasa haus, suhu tubuh meningkat, warna urine jernih, diare, dan mudah marah.
d.komposisi
daging buah semangka rendah kalori, dan mengandung air sebanyak 93,4%,protein 0,5%, karbohidrat 5,3%, lemak 0,1%, serat 0,2%, abu 0,5%, dan vitamin A,B,dan C selain itu juga mengandung asam amino sitrullin, asam amino asetat, asam malat, asam fosfat, arginin, betain, likopen,karoten, bromin, natrium, kalsium, silvit, lisin, fructosa, dekstrosa, dan sukrosa.
e.pengobatan
untuk diabetes : potong-potong kulit buah semangka (30 g) dan buah jambu biji yang masih mengkal (1 buah) , lalu rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas dan diminum setela dingin. Lakukan setiap hari, sehari 2-3 kali.
                5. Rambutan
Rambutan banyak ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang di temukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembab dengan curah ujan taunan paling sedikit 2000mm. Rambutan merupakan tanaman dataran renda, hingga ketinggian 300-600m dpl.
                                a.ciri-ciri
pohon dengan tinggi 15-25m ini memunyai banyak cabang. Daun majemuk menyirip letaknya berseling , dengan anak daun 2-4 pasang . helaian anak daun bulat lonjong , panjang 7,5-20cm , lebar 3,5-8,5 cm , ujung dan pangkal runcing , tepi rata ,pertulangan menyirip,tangkai silindris, warna hijau, kerak kali mengering. Bunga tersusun pada tandan diujung ranting, harum, kecil-kecil, warnanya hijau muda. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon. Buah bentuknya bulat lonjong , panjang 4-5cm , dengan duri tempel yang bengkok lemas sampai kaku.
b. klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Sapindaceae
Genus: Nephelium
Spesies: Nephelium lappaceum L.
                6. Bawang
Bawang merah dan bawang putih yang biasa dikenal sebagai bahan bumbu dapur ternyata mempunyai khasiat dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Senyawa dalam bawang yang dipercaya mempunyai khasiat itu adalah allyl propil disulphide (APDS) dan diallyl disulphide oxide (Allicin), meskipun tentunya senyawa lain seperti flavonoid juga ikut berperan. Dari percobaan dilaboratorium  didapatkan hasil bahwa APDS menurunkan kadar gula dalam darah dengan cara berkompetisi di liver, sehingga dapat meningkatkan jumlah insulin bebas. Ekstrak bawang merah diketahui dapat menurunkan kadar gula dalam darah,  baik bila dikonsumsi secara oral maupun bila diberikan secara injeksi intraperitonial. Dari pengamatan dapat diketahui bahwa bawang sudah dapat memberikan efek yang menguntungkan bagi penderita diabetes apabila dikonsumsi setiap hari sekitar 25 – 200 mg. Hasil penelitian bahkan memberikan efek yang sama apabila bawang tersebut dikonsumsi dalam bentuk mentah ataupun dimasak.  Selain itu, mengkonsumsi bawang merah dan bawang putih  juga memberikan efek yang bagus terhadap system kardiovaskular, diantaranya adalah dapat menurunkan kadar lemak serta dapat berkhasiat antihipertensi. Jadi mengkonsumsi bawang merah ataupun bawang putih sangatlah dianjurkan bagi para penderita diabetes.
a. Klasifikasi :
                7. Murbei
Murbei berasal dari cina, tumbuh baik pada ketinggian lebih dari 100 m dpl. Dan memerlukan cukup sinar matahari. Tumbuhan yang sudah di budi dayakan ini menyukai daerah-daerah yang cukup basah seperti di lereng gunung, tetapi pada tanah yang berdrainase baik. Kadang di temukan tumbuh liar
                                a. ciri-ciri
pohon tinggi sekitar 9m , percabangan banyak, cabang muda berambut halus. Daun tunggal, letak berseling, bertangkai yang panjangnya 1-4cm . helai daun bulat telur sampai berbentuk jantung, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip agak menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, warnanya hijau. Buah nya banyak berupa buah buni, berair dan rasanya enak. Buah muda warnanya hijau, setelah masak menjadi hitam, biji kecil, warna hitam.
b.komposisi
daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone,lupeol, β-sitoserol, rutin, moracetin, isoquersetin,scopoletin, scopolin, α-, β-hexenal, cis-β-hexenol, cis-γ-hexenol, benzaldehide, eugenol, linalool, benzyl alkohol,butylamine, acetone,trigonelline, coline,adenin,asam amino, copper, zine, vitamin (A,B,C,D dan karoten), asam klorogenik,asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol juga mengandung phytoestrogens.
                8. Pulai
Pulai yang termasuk suku kamboja-kambojaan,tersebar di seluruh Nusantara. Di pulau jawa pulai tumbuh di hutan jati, hutan campuran, dan hutan kecil di pedesaan, ditemukan dari dataran rendah sampai 900 m dpl. Pulai kadang ditanam di perkarangan dekat pagar atau di tanam sebagai pohon hias.
a. ciri-ciri
tanaman berbentuk pohon, tinggi 20-25 m. Batang lurus, diameter nya mencapai 60cm, berkayu, pencabangan menggarpu. Kulit batang rapuh, rasanya sangat pahit, bergetah putih. Daun tunggal, tersusun melingkar 4-9 helai, bertangkai yang panjangnya 7,5-15cm. Bentuknya lonjong sampai lanset atau lonjong sampai bulat telur sungsang, permukaan atas licin, permukaan bawah buram, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 10-23 cm, lebar 3-7,5 cm , warna hijau.
b. komposisi
kulit kayu mengandung alkaloida ditain,ekitamin (ditamin), ekitamidin,alstonin , ekiserin,  ekitin, ekitein, porfirin, dan therpen (α-amyrin dan lupeol). Daun mengandung pikrinin. Sedangkan bunga pulai mengandung asam ursolat dan lupeol.
C.Klasifikasi
                9. Teh
Tanaman teh umumnya ditanam di perkebunan, dipanen secara manual, dan dapat tumbuh pada ketinggian 200-2300 m dpl. Teh berasal dari kawasan india bagian Utara dan china selatan. Ada dua kelompok varietas teh yang terkenal, yaitu var.assamica yang berasal dari assam dan var.sinensis yang berasal dari china. Varietas assamica daunnya agak besar dengan ujung yang runcing , sedangkan varietas sinensis daunnya lebih kecil dan ujungnya agak tumpul.
a. ciri-ciri
pohon kecil, karena seringnya pemangkasan maka tampak seperti perdu. Bila tidak di pangkas, akan tumbuh kecil ramping setinggi 5-10m, dengan bentuk tajuk seperti kerucut. Batang tegak, berkayu, bercabang-cabang, ujung ranting dan daun muda berambut halus.
b.komposisi
daun mengandung kafein (2-3%), theobromin,theofilin, tanin, xanthine, adenine, minyak atsiri, kuersetin, naringenin, dan natural fluoride. Tanin mengandung zat epigallocatechin galat, yang mampu mencegah kanker lambung dan kerongkongan. Setiap 100g daun teh mempunyai kalori 17KJ dan mengandung 75-80% air, poliferol 25%, protein 20%, karbohidrat 4%, kafein 2,5-4,5%, serat 27%, dan pektin 6%.
C. klasifikasi
                10. Jambu Biji
Jambu biji berasal dari Amerika tropik, tumbuh pada tanah yang gembur maupun liat, pada tempppat terbuka dan mengandung air yang banyak. Pohon ini banyak ditanam sebagai pohon buah-buahan. Namun sering tumbuh liar dan dapat ditemukan pada ketinggian 1—1200m dpl. Jambu biji berbunga sepanjang tahun.
a. ciri-ciri
perdu atau pohon kecil, tinggi 2-10m , percabangan banyak , batangnya berkayu, keras, kulit batang licin, mengelupas, berwarna coklat kehijauan. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan, daun muda berambut halus, permukaan atas daun tua licin. Helaian daun berbentuk bulat telur agak jorong, ujung tumpul, pangkal membulat, tepi rata agak melekuk keatas, pertulangan menyirip, panjang 6-14 cm, lebar 3-6cm berkumpul 1-3 bunga, berwarna putih. Buahnya buahh buni, berbentuk bulat sampai bulat telur, berwarna hijau sampai hijau kekuningan.
b. komposisi
daun mengandung tanin, minyak atsiri (eugenol), minyak lemak, damar, zat samak, triterpenoid, asam malat, dan asam apfel. Buah mengandung asam amino (triptofan, lisin), pektin, kalsium, fosfor, besi, mangan, magnesium, belerang, dan vitamin (A,B1, dan C), saat menjelang matang, kandungan vitamin C dapat mencapai 3-6 kali lipat lebih tinggi dari jeruk. Jambu biji juga kaya dengan serat yang larut dalam air, terutama di bagian kulitnya sehingga dapat mengganggu penyerapan glukosa dan lemak yang berasal dari makanan dan membuangnya keluar tubuh.
c. Klasifikasi
                11.Gadung cina
Gadung cina dapat ditemukan tumbuh liar di daerah semak belukar pada lereng bukit, daerah pedesaan, hutan, atau ditanam sebagai tanaman obat, tanaman ini berasal dari cina dan didatangkan melalui singapura.
a. ciri-ciri
tanaman menahun yang tumbuh merambat ini berbatang bulat, dan keras dengan duri tajam. Daun letak berseling, bulat sampai bulat memanjang, panjang 5-12 cm, lebar 2,5-5 cm, ujung runcing, tepi rata, tulang dan daun melengkung 3-5, dengan 2 sulur pada dasar tangkai. Bunga berkumpul dalam payung majemuk, kecil-kecil berwarna hijau-kuning, dan keluar dari ketiak daun, Buah berbentuk buni, bulat, berwarna merah jika masak. Gadung cina mempunyai rimpang yang menjalar, tebal dan keras, dengan lekukan tidak teratur dan akar serabut.
b. Komposisi
rimpang mengandung steroid saponin, seperti smilax saponin A,B,C, dioscin, dan gracilin, flavonoid seperti smilaxin dan isoengelatin,alkaloid phenol, asam amino organacid, dan zat gula. Biji mengandung asam oleat dan asam linoleat. Daun mengandung rutin.
c.Klasifikasi
d.pengobatan
untuk diminum, rebus 10-30 g sampai 90 g rimpang atau dijadikan pil dan bubuk. Untuk pengobatan kanker, rebus 500 g rimpang dengan 30-60 g minyak sapi. Jika menggunakan daun, rendam dalam arak putih.
                12. Bidara Upas
Bidara upas tumbuh liar di hutan, kadang ditanam di halaman dekat pagar sebagai tanaman obat atau dimakan umbinya. Tanaman yang mungkin didatangkan dari filipina ini bisa tumbuh di daerah tropik dari dataran rendah sampai ketinggian 250 m dpl.
a. ciri-ciri
tanaman merayap atau membelit, panjang 3-6 m , berbatang kecil, jika di pegang agak licin, dan berwarna agak gelap. Daun tunggal dan bertangkai panjang. Helaian daun berbentuk jantung, tepi rata, ujung meruncing, panjang 5-12 cm, lebar 4-15 cm, berwarna hijau tua. Perbungaan majemuk, berbentuk payung menggarpu, berkumpul 1-4 bunga, berbentuk seperti lonceng, berwarna putih, panjang 7-8 cm dengan 4 helai kelopak. Umbi berkumpul di dalam tanah mirip ubi jalar.
                                b. komposisi
umbi mengandung damar,resin,pati, dan zat pahit, getah segar mengandung zat oxydase.
c. klasifikasi
d. pengobatan
untuk pengobatan diabetes, parut 100 g umbi segar, peras dengan sepotong kain. Minum airnya setiap pagi ½ jam sebelum makan
                13.Buncis
Buncis berasal dari Amerika. Di Indonesia, biasa ditanam sebagai tanaman sayur pada daerah beriklim kering dan tumbuh baik pada ketinggian 1000-1500 m dpl.
a. ciri-ciri
terna setahun, termasuk tanaman kacang-kacangan yang batangnya lunak, tumbuh melilit, berambut halus, dan panjang 0,3-3 m. Daun majemuk menjari dengan tiga anak daun, helaian anak daun berbentuk bulat telur, pangkal membulat, ujung runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, kedua permukaan berambut, panjang 4,5-16 cm, dan lebar 2,5-11 cm. Bunga majemuk dalam tandan dan keluar dari ketiak daun dengan 1-2 pasang bunga. Mahkota bunga berbentuk kupu-kupu , berwarna putih, dan akan menjadi kuning ungu. Buah berbentuk polong, bulat panjang, lurus atau bengkok, ukuran bervariasi sekitar 10cm, berwarna hijau saat muda dan cokelat setelah tua, mempunyai 4-5 biji yang berbentuk persegi panjang, mengilap, permukaan licin, dan berwarna putih.
b. komposisi
biji mengandung glucoprotein, hemagglutinine, tripsin inhibitor,stigmasterol , sitosterol, campresterol, lectins, altantoin, dan inositol. Kulit biji mengandung kaempferol xyloglucoside, quercetin, myricetin, pelargonidin, cyanidin, delphinidin, petunidin, dan malvidin. Cotyledon dan hypocotyl mengandung stigmasterol, campesterol, PHA.
c. klasifikasi
                14. Jombang
Umumnya, jombang tumbuh liar di lereng gunung, tanggul, lapangan rumput, dan sisi jalan di daerah yang berhawa sejuk .
                        a. ciri-ciri
Terna menahun, tinggi 10-25cm, seluruh bagian tumbuhan mengandung cairan, seperti susu. Daun berkumpul membentuk roset akar, bagian pangkal tebah menutuo tanah. Daun tunggal,berbentuk lanset,sungsang, ujung runcing,pangkal menyempit menyerupai tangkai daun, tepi bergerigi tidak teratur, kadang berbagi sangat dalam, panjang 6-15 cm, lebar 2-3,5cm, berwarna hijau dilapisi rambut halus berwarna putih, berkelamin dua.Mahkota bunga berwarna kuning,diameter 2,5-3,5 cm. Buahnya berbentuk tabung, berwarna putih. Akarnya panjang, tunggal, atau bercabang.
Daun muda dapat dimakan sebagai lalap atau dibuat salad yang berkhasiat tonik. Daun tua dpat dikukus atau dimasak sebagai sayuran. Bunganya dapat digunakan untuk memberi warna kuning pada minuman atau kain.
                        Jombang dapat diperbanyak dengan biji.
                        b.komposisi
            Herba mengandung taraxasterol, taraxacerin, taraxarol, kholine, inulin, pektin, koumestrol, dan asparagin. Akar mengandung taraxol, taraxerol, taraxicin, taraxasterol, β-amyrin, stigmasterol, β-sitosterol, choline, levulin, pektin, inulin, kalsium, kalium, glukosa, dan fruktosa.
Daun mengandung lutein, violaxanthin, plastoquinone, tanin, karotenoid, kalium, natrium, kalsium, choline, copper, zat besi, magnesium, fosfor, silikon, sulfur, dan vitamin (A, B1, B2, C, dan D). Bunga mengandung arnidiol, flavoxanthin. Pollen mengandung β-sitoserol, 5α-stigmast-7-en-3β-ol, asam folat, dan vitamin C.
                        c. Klasifikasi
 (Taraxacum officinale weber et wiggers)
Suku : Compositae
Nama :
                                    Sinonim
T.mongolicum Hand.-Mazz., T. Officinale Wigg., T.ceratophyllum DC, T.corniculatum DC,T.dens-lionis Desf.,T.sinense DC,Leontodon taraxacum L.,L. Taraxacum
Nama daerah
                                                jombang, taraksakum (jawa).
Nama asing
                                                Pu gong ying (C), dandelion
Nama simplisia
                                                Taraxaci Herba (herba jombang)
                        d.pengobatan
            Untuk obat yang diminum, rebus atau tumbuk 15-30 g herba segar, lalu peras. Selanjutnya, minum air perasannya atau dapat digunakan untuk campuran resep. Khusus untuk mengobati kanker, tumor, atau penyakit berat, gunakan herba sebanyak 20-60 g. Cara lain, rebus 10-30 g akar, lalu air rebusannya diminum. Di beberapa negara, akar dikeringkan lalu digiling sampai halus. Ambil 1-2 sendok teh, lalu seduh dengan air panas. Jika diperlukan, tambahan air perasan jeruk nipis untuk memperbaiki rasa.
Untuk pemakaian luar, giling herba segar atau akar sampai halus, kemudian bubuhkan ketempat yang sakit, seperti payudara yang bengkak,bisul, dan luka bakar. Selain itu, daunnyapun dapat direbus, lalu digunakan airnya untuk mandi atau menguapkan wajah. Cara ini bertujuan untuk menyegarkan tubuh dan memelihara kulit wajah dari efek da jerawat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar